14, July
hari ini adalah hari pertama aku masuk sekolah, tepatnya aku masuk SMA setelah aku lulus dari pondok tercinta "DARUL 'ILMI", pagi ini adalah saat di mana upacara MOPD di langsungkan. "dengan ucapan bismillah hirahmannirrahim, MOPD tahun ajaran 2013-2014 saya nyatakan di mulai" begitulah kata-kata terakhir kepala sekolah ku di dalam sambutan nya sebelum ia menuruni podium.tepuk tangan dan sorak sorai pun bergemuruh.
setelah itu aku dan teman-teman ku di bimbing oleh para mentor kami untuk segera masuk ke aula karena perkenalan staf-staf pengurus OSIS dan ekstra kurikuler serta pembagian gugus akan segera dilaksanakan.aku pun duduk di dekat teman-teman yang sudah aku kenal karena mereka adalah teman satu angkatan ku di pondok "DI". kami berjumlah 6 orang zafira zahra anindita (aku), sintia muffaziah, dinda fitria, serli aviatin, sarah azizah, dan anisa nur khomisah.
"assalamu'alaikum WR. WB, mohon perhatian, saya akan memperkenalkan beberapa staf pengurus OSIS" aula pun yang semula riuh, seketika menjadi hening "yang akan di mulai oleh saya sendiri, nama saya ALIFA FIKRI saya menjabat sebagai ketua OSIS periode 2012-2013 dan wakil saya RANI SULASTRI, sekretaris saya bla... bla... bla....
suara ketua osis itu tak aku hiraukan lagi, karena wajahnya telah mengalihkan perhatian ku "aku harus bisa kenal dia lebih jauh, atau paling tidak hanya sekedar berbincang-bincang dengannya pun tak apa" bisik hatiku.
Tak terasa MOPD pun selesai, tapi rasa kecewa ku pada seseorang yang saat pertama ku temui aku sangat kagum padanya, ternyata tak ikut selesai. padahal masalah yang sangat sepele yang membuat ku kecewa padanya, aku telah mengetahui kalau dia telah punya pacar. apakah rasa kagum ku selama ini berubah menjadi cinta, sehingga aku tak bisa menerima kenyataan bahwa dia telah punya pacar? entah lah, aku sendiri pun masih bertanya-tanya.
hari pertama sekolah pun tiba
brum... brum... brum...
suara itu terdengar dari arah gerbang, ku lihat ada seseorang yang datang dengan sebuah motor(ninja) hijau yang di tumpangi nya, setelah motornya di parkir kan lalu dia pun berjalan menyusuri lobi yang pada saat itu aku dan sahabatku dinda sedang berada di sana "zahra, liat deh siapa yang lagi jalan ke sini?" kata dinda sambil mengerlip-ngerlip kan matanya . "siapa?.. ooh, dia. knapa? kamu suka? samperin aja" jawabku sedikit sewot. "hmm... biasa aja kali, ga usah kaya gitu. eh, dia tuh suka nya sama kamu tau."timpal dinda. "oya, masa bodo deh!!, ga peduli juga, udah lah kita ke kelas aja" jawab ku yang tak mau menanggapi omongan nya dinda.
"akhir-akhir ini setelah aku mendengar kabar bahwa dia telah putus dari mantanya, sikap nya mendadak berubah, jadi so baik lah sama aku, so perhatian lah, tapi yang aneh, bukan nya aku seneng dia jadi kaya gitu, eh akunya malah tambah kesel banget, entah kenapa juga aku harus kesel, padahal se inget aku, dia ga pernah tuh bikin kesalahan sama aku, yang ada juga aku yang kalo di pikir-pikir ga sopan banget sama dia, tapi dia ga pernah tuh sekali aja marah sama aku, walaupun dia udah aku gituin, jangan-jangan dia beneran suka sama aku, makanya dia ga pernah marah, dan akunya yang terlalu jealous pas tau dia punya pacar, sampe-sampe skarang pas dia udah putus pun rasa kesel aku sama dia masih ada"pikirku. "eh, bukan nya orang jelous itu tanda cinta ya, tapi apa iya ya aku suka sama dia? hmm.. ga tau lah pusing" tanya hati ku yang di jawab juga sama hati ku.
saat kami sedang berjalan menuju kelas dan di tengah lamunanku memikirkan itu, ada yang berteriak-teriak memanggil ku "zahra... awas.. zahra..." tak sempat aku mengetahui apa maksudnya memanggil ku, dia telah mendorongku dan brruuk... aku terjatuh. tapi saat aku terjatuh, aku pun mendengar sebuah benda jatuh dari atas, aku pun menengok ke belakang, karena masih tak percaya dengan apa yang ku lihat samar-samar, aku pun mebuka kacamata, lalu membersihkan nya dan memakainya kembali, "ternyata penglihatanku tak salah" lirih hati ku. aku masih dalam posisi duduk di tanah karena terjatuh tadi, tak ada seorang pun yang menolong, semua orang terkager-kaget tak percaya dengan apa yang mereka lihat, sesaat kemudian dinda menghampiri ku pertama dan beberapa orang mengikutinya dari belakang, mereka menolong ku, dan sementara orang yang tadi mendorong ku, dia terkena timpukan benda yang jatuh tadi. lalu datanglah ibu guru wali kelas ku "astaghfirulloh ada apa ini, alifa kenapa?, cepat bawa dia ke uks, lalu telpon rumahsakit" intruksi guru ku kepada anggota PMR. "hah..??? alifa? kak alifa? apa aku ga salah denger...?? dia yang menolong ku dari timpukan benda yang jatuh tadi" hatiku bertanya tanya antara percaya tak percaya.
rasa bersalah pun tak bisa ku sembunyikan, saat itu juga air mataku menetes dan tak bisa ku henti kan....
setelah itu, akupun di bawa ke UKS yang mana kak alifa juga ada disitu, sambil berjalan ke ranjang pemeriksaan ku, aku sempat kan melirik ranjang kak alifa yang hanya terhalang oleh gorden di sebelah ku, aku melihat kak alifa tergeletak tak berdaya, dengan di dampingi oleh senior PMR, dan tepat di pelipis kanan nya aku melihat perban yang telah basah oleh darah. sejenak aku berfikir "kenapa bukan aku, knapa harus kak alifa, knapa harus kak alifa yg nanggung ini semua" lalu pikiran ku pun teringat peristiwa tadi, berbagai macam pertanyaan pun muncul, mulai dari 'siapa yang udah ngelakuin itu?, buat apa sih dia ngelakuin itu?, salah apa sih aku sama dia?' pertanyaan2 itu harus cepat terjawab, aku harus bisa cari tau. di tengah-tengah lamunanku itu aku di sadar kan oleh dinda yang baru saja datang dengan kepala PMR di sekolah ku, lalu aku pun di periksa nya, ketika aku dalam pemeriksaan, suara sirine terdengar dari tempat parkir sekolah, perasaan ku sedikit lega mendengar nya, karena kak alifa akan segera mendapat penanganan yang intensif, tapi rasa cemas segera menutupi perasaan lega ku, rasanya aku ingin ikut menyertai kak alifa sampai ke rumah sakit, aku ingin memastikan bahwa kondisi nya segera membaik, karena aku tahu tak sedikit darah yang telah di keluarkan nya, dan itu menjadi salah satu faktor yang paling aku khawatirkan, dia kekurangan darah.
tapi apalah daya yang bisa aku lakukan, keadaan ku sendiri pun belum tentu baik, karena pemeriksaannya belum selesai, hanya harapan dan doa yang terucap dalam hatiku "ya alloh, semoga kak alifa baik-baik saja, dan aku harap aku masih bisa bertemu dengan nya".
pemeriksaan pun selesai, aku dinyatakan tidak apa-apa, hanya sedikit luka memar karena terjatuh tadi, hari itu aku di ijinkan untuk langsung pulang ke rumah ku, sintia dan serli (my class mate) juga di ijinkan untuk mengantar ku pulang, sementara dinda yang dari tadi menemaniku kembali ke kelasnya karena ada ujian mendadak.
Sesampainya di rumah
tanpa seucap kata pun aku langsung naik ke lantai atas pergi ke kamarku, dan
membiarkan kedua temanku menjelaskan kepada ayah dan ibuku
(di kamar)
Aku termenung memikirkan
kejadian yang tadi, “apa sih yang ada di fikiran kk’alifa, bodoh banget sih. Kenapa
coba dia nolongin aku, sekarang kan yang repot dianya juga” tanpa sadar kk’alifa
terus membayang-bayangi pikiranku, ‘apakah ini tandanya aku punya perasaan sama
kk’alifa?’ “ah tidak mungkin aku punya perasaan sama dia, orang aku kesel
banget sama dia” aku berbicara sendiri, seperti sedang tanya jawab dengan
pribadiku sendiri.
Bingung rasanya
memikirkan itu semua, lalu ku putuskan untuk beristirahat
***
“tok tok tok”…
terdengar suara pintu kamarku di ketuk, aku pun segera membukanya
terdengar suara pintu kamarku di ketuk, aku pun segera membukanya
Ternyata ibuku, “kemarin
kamu kenapa sebenarnya, kenapa tidak mau bicara sama ibu?” tanya ibuku
“tak apa ko bu, hanya
terjatuh di sekolah, luka biasa” jawabku dengan santai “lantas kenapa kamu
tidak sekolah hari ini jika itu hanya luka biasa?” sanggah ibuku. Aku kaget tak
menyangka ibu akan bberkata seperti itu, ku coba menjawab dengan santai “mmm,
aku di beri ijin sekolah agar istirahat di rumah dulu bu, besok juga sudah
mulai sekolah lagi, ibu tenang saja” “oh ya sudah kalau begitu, sekarang cepat
sarapan dulu” lega rasanya ibu tidak banyak bertanya lagi, aku pun kemudian
turun ke lantai bawah untuk makan.
“kk’alifa gimana kabrnya,
udah baikan ga ya?” pikiran yang melintas di benakku da segera ku tepis, “aku
tak ingin memikirnya lagi” tekad ku.
Sesaat kemudian teleponku
berbunyi, dan segera kulihat, oh ternyata sms dari sintia “zahra, kamu udah
sembuhan kan? Kita bisa ketemuan ga di mall dket taman sehabis aku pulang
sekolah?”
Tanpa pikir panjang ku
jawab sms nya ”siap lah, aku kesana nanti”
(mall)
“mana sih sintia lama
banget, udah hampir 30 menit aku berdiri di sini ga nongol-nongol juga”
Baru aku menggerutu, yang
empunya janji baru nongol sambil sengar sengir kaya yang ga punya dosa gitu (watados)
“dari mana aja sih kamu, aku hampur berjamur nungguin d sini” celetukku kesal “heheheh,
maaf maaf ada probblem sdikit tadi di perjalanan” jawabnya “ya udah to the
point aja, mau apa ngajak ktemuan di sini?” tanyaku “mau ngajakin nengok kk’alifa”
jawabnya dengan sengiran yang dari tadi terus dia perlihatkan “yeh, bukan nya
ngomong dari tadi mau ngajak nengokin dia, tau gitu aku ogah kesini, cape2
nungguin lama2 kirain mau apa, ternyata yang ga penting yang daritadi di
tungguin, ga mau ah, aku balik aja” timpal ku “loh, ko balik sih. Kamu kan udah
cape2 kesini masa mau pulang lagi, udah lah apa salahnya coba kita negokin orang
yang udah nolongin kamu, ga rugi kan. Harusnya kamu berterimakasih sama dia”
bujuk sintia agar aku bersedia pergi “ya udah lah ayo” kataku pasrah mengikuti
apa kata sintia karena emang dia ada benernya juga
sesampainya di rumahsakit...
tok tok tok...
sintia mengetuk pintu...
"assalamu'alaikum" ucap ku dan sintia bersamaan "wa'alaikumsalam" terdengar jawaban dari dalam, kami pun membuka pintu kamar itu, dan ternyata di dalam sudah ada beberapa orang teman kk'alifa juga sahabat-sahabatku "zahra, aku kira kamu ga akan mau dateng" kata anisa sambil menghampiri serta menyalami ku, di ikuti oleh beberapa teman2 yang lainnya.
ku lihat kk'alifa terbaring lemas di ranjang dan tersenyum melihat kedatangan kami. "trimakasih zahra, sintia, kalian sudah mau datang menjenguk" kata kk'alifa saat kami menaruh bingkisan buah yg kami bawa
"sama-sama kk, ini juga karna zahra yang mau" kata sintia yg seolah menyalahkan ku dengan hadirnya kami ke sini "apaan sih kamu sintia, main nunjuk2 orang sgala, bukannya tadi kamu yang maksa2 aku" bela ku saat aku terpojok oleh teman2 yang mengolok2 ku.
beberapa saat kemudian suasana mulai mencair, kami berbincang2 tak karuan hingga lupa waktu, jam tangan ku menujukan pukul 19.13, kami pun berpamitan untuk pulang.
rasanya sangat berat aku kan pulang, karna melihat kk'alifa yang masih terkulai lemas namun sesaat sebelum aku keluar dan teman2 ku sudah menunggu di luar kk'alifa berkata "zahra, hati2 ya, kk insyaalloh snin sudah bisa sekolah jadi ga udah khawatir kaya gitu ya" seakan dia bisa membaca apa yg sedang aku pikirkan, karena malu akupun langsung keluar sambil berkata "cpat smbuh ya kk, assalamu'alaikum".
senin, di sekolah...
saat ku masuk kelas teman2 yang sedari tadi sudah berada di kelas berbisik2, aku pun merasa risih lalu kutanyakan knapa mereka seolah berbisik membicarakan ku dan salah satu temanku berteriak "ada yang punya penggemar rahasia nih" sambil tertawa ia menujuk sesuatu yang sudah berada di atas mejaku. kulihat ada sebuah bingkisan kecil dan selembar ketas ungu telipat kecil dan rapih, dan yang membuat aku kaget tertera namaku tepat di atas kertas ungu itu. aku pun membukanya dan sesuai dugaan ku itu dari kk'alifa, senang raanya mendapat bingkisan dari kk'alifa itu, tak lama datang lah sintia dan serli
sesampainya di rumahsakit...
tok tok tok...
sintia mengetuk pintu...
"assalamu'alaikum" ucap ku dan sintia bersamaan "wa'alaikumsalam" terdengar jawaban dari dalam, kami pun membuka pintu kamar itu, dan ternyata di dalam sudah ada beberapa orang teman kk'alifa juga sahabat-sahabatku "zahra, aku kira kamu ga akan mau dateng" kata anisa sambil menghampiri serta menyalami ku, di ikuti oleh beberapa teman2 yang lainnya.
ku lihat kk'alifa terbaring lemas di ranjang dan tersenyum melihat kedatangan kami. "trimakasih zahra, sintia, kalian sudah mau datang menjenguk" kata kk'alifa saat kami menaruh bingkisan buah yg kami bawa
"sama-sama kk, ini juga karna zahra yang mau" kata sintia yg seolah menyalahkan ku dengan hadirnya kami ke sini "apaan sih kamu sintia, main nunjuk2 orang sgala, bukannya tadi kamu yang maksa2 aku" bela ku saat aku terpojok oleh teman2 yang mengolok2 ku.
beberapa saat kemudian suasana mulai mencair, kami berbincang2 tak karuan hingga lupa waktu, jam tangan ku menujukan pukul 19.13, kami pun berpamitan untuk pulang.
rasanya sangat berat aku kan pulang, karna melihat kk'alifa yang masih terkulai lemas namun sesaat sebelum aku keluar dan teman2 ku sudah menunggu di luar kk'alifa berkata "zahra, hati2 ya, kk insyaalloh snin sudah bisa sekolah jadi ga udah khawatir kaya gitu ya" seakan dia bisa membaca apa yg sedang aku pikirkan, karena malu akupun langsung keluar sambil berkata "cpat smbuh ya kk, assalamu'alaikum".
senin, di sekolah...
saat ku masuk kelas teman2 yang sedari tadi sudah berada di kelas berbisik2, aku pun merasa risih lalu kutanyakan knapa mereka seolah berbisik membicarakan ku dan salah satu temanku berteriak "ada yang punya penggemar rahasia nih" sambil tertawa ia menujuk sesuatu yang sudah berada di atas mejaku. kulihat ada sebuah bingkisan kecil dan selembar ketas ungu telipat kecil dan rapih, dan yang membuat aku kaget tertera namaku tepat di atas kertas ungu itu. aku pun membukanya dan sesuai dugaan ku itu dari kk'alifa, senang raanya mendapat bingkisan dari kk'alifa itu, tak lama datang lah sintia dan serli
To be continued :D