Sabtu, 13 Oktober 2012


prahara

kupuja engkau wahai cahya abadi, bukan

karna aku takut siksa atasku,

namun, aku tak ingin ada cahaya lain

yang membutakan ku

engkau tempat seluruh rinduku berlabuh

menghantarkan bait-bait syahadat

pada puncak maghfirah mu

kerlip lilin dalam gua kesadaranku senantiasa menyala

bersama tetes air mata dzikir yang tak henti,

dari bening bola mata para bidadari

patah-patah lidah ku mengucapkan asma-mu,

meraih damai yang memancar

dari sembilanpuluh sembilan nama,

tak ada kematian selain kematian

dengan memegang teguh panji-panjimu

 rohku, masih menyebut asmamu,

ketika jasad tak lagi mampu menggerakan

rakaat-rakaat panjang keikhlasan 


asty's ^ ^

Tidak ada komentar:

Posting Komentar